RSS

Ke Eropa Atau Mekkah

Andaikan kita diberikan kesempatan untuk jalan-jalan ke luar negeri, saya ingin mengajak istri dan anak ke Eropa. Tidak ada alasan mendasar selain keinginan untuk menginjakan kaki ke tanah yang selama ini selalu menjadi pusat perhatian dunia.

Keinginan ini pun saya sampaikan ke istri disela-sela bercengkrama di salahsatu ruang rumah kontrakan kami. Andaikan saya punya kesempatan untuk jalan-jalan ke luar negeri ingin saya ajak Fadia ke Eropa, kata saya kepada istri sambil memandangi wajah Fadia yang masih imut.

Mendengar mimpi saya, istri langsung mengucapkan Amin. Selanjutnya dia komentar sembari mengajukan usulan. Mendingan ke Mekkah dan Madinaah Bi, sekalian umroh dan bisa melihat langsung bagaimana kemegahan Islam dengan simbol ka’bahnya, saran istri sambil mengajak bicara Fadia kecil, yang kami pun belum tahu apakah dia mendengarkan atau tidak karena saat itu usianya masih 3 minggu.

Setelah saya berpikir ulang akhirnya menyetujui saran dari istri. Tapi ngomong-ngomong kapan kita kesana wong belum memiliki uang kok, celetuk saya sambil tertawa. Mendengar komentar saya yang bernada pesimis , istripun langsung mengatakan, rizki Allah itu bisa datang dari mana saja siapa tahu nantinya nasib kita berubah secara ekonomi, kata istri sambil kembali meminta persetujuan Fadia kecil.

Itulah salah satu mimpi yang sering kita bicarakan berdua ketika waktu santai. Meskipun belum tahu darimana datangnya rizki dan kapan mimpi itu bisa tercapai, tapi paling tidak kami memiliki semangat untuk pergi ke tanah suci Mekkah. ****

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengantar Tidur

Tak biasanya istri saya meminta dikirim pesan singkat pengantara tidur. Saking seringnya meminta pengantara tidur sampai saya tidak bisa menghitung. Jika sudah seperti ini saya selalu menggoda istri dengan sindirian sederhana dan ngeledek. “Ummi pasti kangen saya mas yah,” ledek saya dengan tertawa ringan.

Mendapat ledekan seperti itu, istri hanya bisa tersenyum simpuh dan malu. Anehnya, ketika saya hanya memberi ledekan, istri saya justru menuduh saya tidak romantis. “Ah, mas mah ga romantis sih,” katanya dengan nada sedikit kesal.

Sebetulnya, saya sedikit malas karena dalam pikiran katak-kata pengantar tidur seperti anak-anak. Namun, lambat laun saya pun sadar akan sosok wanita yang suka digoda dengan kata-kata puitis dan romantis.

Menyadari hal itu, saya langsung mengirimkan pesan singkat kepada istri.

purnama tampak ceria

Udara pun terasa sejuk

Seperti angin syurga yang berhembus

diantara mahluk yang rindu akan kasihsayang

Seolah ingin menitipkan salam

Kepada wanita nan jauh di sana

Selamat istirahat jangan lupa berdoa untuk kita semua.

Dalam pikira saya, istri belum tahu kalau suaminya memiliki kelebihan kata sastra makanya saya paling suka kalau dalam tugas liputan mencari berita selalu membuat feature.

Pengantar tidur, ternyata kata-kata ini sangat berarti bagi wanita meskipun sudah menikah dan memiliki anak. Kalau sudah begini saya jadi teringat akan sebuah buku berjudul nikmatnya pacaran setelah menikah, yang ditulis oleh Salim A.Fillah, seorang penulis yang cukup produktif.

Mudah-mudahan kata yang menguntai cinta selalu menjadi warna dalam kehidupan keluarga kami. Tanpa cinta dan kasihsayang sulit rasanya keluarga bisa bertahan hingga akhir hayat. Tak salah jika Ibnu Qoyim Al-Jauziah mengupas masalah cinta dalam bukunya yang berjudul taman-taman orang jatuh cinta. ****



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ilmuwan Penulis

Sebelumnya Abi minta maaf ya nak, keinginan ini mungkin belum tentu keinginan kamu. Ini hanya impian besar seorang ayah tentang anak pertamanya yang lahir satu hari sebelum hari Kartini. (Kalau kau sudah besar silahkan bermimpi sendiri ya nak).

Menjadi ilmuwan penulis itulah mimpi saya kepada sosok mungil yang masih usia 5 bulan. Sekali kali Abi minta maaf kalau mimpi ini mendahului mimpi kamu nanti ya nak. Sebetulnya mimpi ini cukup logis jika dilihat dari latarbelakang saya dan istri.

Istri memiliki potensi menjadi ilmuwan atau peneliti karena memiliki latarbelakang sebagai sarjana sains jurusan Fisika dari sebuah kampus yang cukup terkenal yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah. Sementara saya sendiri bekerja sebagai seorang jurnalis di Radar Banten, sebuah media lokal terbesar di Banten yang masih satu grup dengan Jawa Pos pimpinan Dahlan Iskan.

Latar belakang yang berbeda ini kemudian menginspirasi saya untuk melamun sosok Fadia besar nanti. Ilmuwan penulis, itulah angan-angan saya setiap merebahkan badan di atas kasur. Tapi sekali lagi ini hanya keinginan abi nak, nanti kalau kamu sudah besar kami berdua sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya cita-cita kamu sesuai dengan potensi yang kamu miliki.

Tapi, sebagai seorang ayah boleh dong merancang kehidupan anaknya yang masih kecil. Siapa tahu mimpi saya dengan Fadia besar nanti sama. Terus terang melihat usia Fadia yang baru 5 bulan, saya belum bisa memastikan potensi yang dimiliki Fadia kecil.

Namun, melihat gelagat dan kebiasaan Fadia kecil sepertinya ada tanda-tanda anak istimewa. Beberapa kali saya mendapatkan cerita dari istri tentang tingkahnya, anak kelahiran 20 April 2008 ini memiliki percepatan gerakan fisik dan nalar yang lebih cepat dibandingkan anak pada umumnya.

Bi, Fadia lucu loh, meski usainya baru 5 bulan tapi sepertinya nalarnya sudah mulai reaksi,” kata istri dengan nada gembira. Kemudian istri menceritakan kegembiraannya ketika itu, ceritanya usia 4,5 bulan Fadia sudah mulai dilatih memakai kerudung mungil.

Memang kebiasaan sejak dini ini kita terapkan supaya Fadia terbiasa dengan kerudung, karena menutup aurat bukanlah perkara mudah jika baru disampaikan ketika usianya sudah dewasa. Menurut istri, Fadia sepertinya tahu kalau dipakaiin kerudung mau keluar rumah. “Kalau kerudungnya dipakai terus tidak keluar-keluar kaki dan badannya digerakan maju seperti ngajak keluar,” kata istri sambil tertawa kecil karena senang melihat perkembangan Fadia yang cukup baik.

Kembali ke mimpi saya tadi, dalam film bayangan saya setiap saat. Saya memimpikan Fadia adalah sosok wanita yang lincah, cerdas, pintar dan tegas dalam urusan agama. Dia adalaha sosok ilmuwan yang juga mampu menguntai penelitiannya dengan kata-kata yang renyah untuk dibaca orang.

Gambaran saya ketika itu, ilmuwan yang mampu menuliskan kata-kata dengan enak, ringan dan renyah belum saya temukan (atau saya aja kali yang tidak tahu). Mimpi inilah yang kemudian membuat saya selalu menyarankan kepada istri untuk mengenalkan lembaran-lembaran buku kepada Fadia sejak kecil.

Dalam benak saya pun berazam, kelak kalau Fadia sudah bisa ngomong akan saya bawa rekreasi ke perpustakaan dan toko buku. Tak hanya itu, rumah pun akan saya padati dengan buku-buku yang baik.

Tapi sekali lagi, ini hanyalah keinginan dari seorang jurnalis yang menjadi ayah dan memiliki istri berlatarbelakang orang eksak. Yah, paling tidak ada dua potensi yang bisa digabungkan. Untuk selanjutnya, saya menyerahkan sepenuhnya kepada Fadia jika besar nanti. Tugas kami sebagai orangtua hanya mengarahkan atau memfasilitasi potensi anak agar lebih baik.

Selamat belajar menemukan potensi diri ya nak, mudah-mudahan mimpi ayah sama dengan potensi dan mimpi Fadia, amin. ****

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kami Kesrempet Becak

Hati saya dan istri bengong dan melongo ketika becak yang kita naiki diserempet sebuah motor besar. Maklum, peristiwa mendadak di luar dugaan itu terjadi secara tiba-tiba. Beruntung, motor hanya nyerempet bagian samping kanan becak sehingga kita bertiga selamat, terima kasih ya Allah atas pertolonganMu.

Kejadian ini terjadi Kamis (2/10), sehari pasca lebaran idul fitri 1429 Hijriyah. Ketika itu kami bertiga hendak ke rumah makan milik kakek-nenek Fadia yang letaknya 7 kilometer dari rumah di Brebes.

Awalnya kami tidak memiliki firasat apapun selama perjalanan. Namun, tiba-tiba persis di depan rumah makan ketika becak yang kita tumpangi hendak menyebrang ke kanan tiba-tiba muncul sebuah motor besar dan menyerempet bagian samping becak.

Jujur saja kami berdua termasuk tukang becak kesal dengan pengendara motor. Pasalnya, kita sudah memberikan tanda jauh-jauh sebelum menyebrang tapi tetap saja motor dengan plat nomor B itu jalan terus sehingga menyerempet becak. “Ini orang ngelamun kali yah,” kata istri dengan nada kesal penuh deg-degan.

Alhamdulillah, kami tidak mengalami apapun selain was-was bercampur kesal. Maklum, di tengah kami ada Fadia yang sedang tertidur pulas di pangkuan istri. Untungnya, kejadian ini tidak dilihat oleh nenek Fadia, sebab kalau dia tahu pasti akan berteriak-teriak dan menangis kendati tidak terjadi apapun terhadap kami.

Kasih sayang nenek Fadia memang lebih dari cukup. Mungkin karena cucu pertama dari anak pertama dan perempuan satu-satunya sehingga perhatiannya sangat lebih. Maafkan Abi ya nak, sempat membuat kamu hampir terluka keserempet motor. ****

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ummi Curhat

Rabu (17/9) sore usai berbuka puasa, tiba-tiba saya ditelepon istri yang masih tinggal di rumah mertua di Brebes, Jawa Tengah. “Bi, saya mau curhat nih,” kata istri dengan nada mendesak. Rupanya, istri mau menceritakan kondisi ekonomi teman satu group pengajiannya yang memprihatinkan.

Menurut istri, temannya terpaksa tidak bisa mengeluarkan infaq karena untuk memenuhi kebutuhan makan saja masih kesulitan. Suaminya sudah tidak bekerja lagi sebagai pengrajin kayu rotan di Cirebon, Jawa Barat. Padahal, saat itu memiliki anak seusia Fadia, anak saya yaitu 5 bulan.

Kalau mendengar ceritanya kasihan bi, karena tidak bisa membeli makanan akibat suami tidak bekerja,” kata istri dengan nada semangat ingin membantunya.

Istri pun melanjtukan ceritanya tentang temannya itu dengan penuh keprihatinan. “Gimana ya caranya membantu teman saya, tidak tega mendengar ceritanya apalagi sedang menyusui,” katanya dengan penuh harap saya bisa memberikan solusi.

Setelah mendengarkan cerita dari istri selama 30 menit, saya pun mulai angkat bicara sedikit memberikan jalan keluar. Saya menyarankan agar istri menyampaikan kepada temannya itu untuk mengajukan kredit ke Bank, karena ada program kredit usaha rakyat (KUR) yang tanpa agunan.

Coba saja temannya umi membuat kerajinan rotan sendiri di rumah, yah paling tidak dua atau lima. Nanti, setelah itu mengajukan KUR ke Bank yang telah ditunjuk pemerintah yaitu Bank Mandiri, Mandiri Syariah, Muamalat, BNI atau BRI. Usai memberikan saran, kebiasaan mimpi saya pun kembali muncul.

Andaikan Allah mengizinkan saya menjadi orang yang mampu, ingin rasanya saya memberikan solusi kongkrit dengan menyediakan modal usaha kepada teman istri saya tadi. Demikian lamunan saya menerawana seraya memanjatkan doa kepada sang maha kaya Allah SWT.

Semoga saja rasa empati istri dapat membantu mimpi saya terkabulkan sehingga bukan saja membantu omongan, yang saya yakin tidak riil. ***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fadia, Kini Kau Terlihat Lucu


Hari demi hari perubahan fisik dan geliat Fadia kecil makin lucu saja. Rasanya baru kemarin saya melihat dia belum bisa berkomunikasi dengan orang-orang di sekilingnya. Tap sekarang di usianya yang baru 3 bulan 10 hari, Fadia seperti sudah tahu siapa orang-orang yang selama ini mengelilinginya baik yang suka mengajak ngobrol maupun menggodanya.

Matanya selalu melirik kepada orang yang memanggilnya, tak hanya itu, Fadia kecilpun melemparkan senyuman sambil bersuara ha…ha. Tingkah Fadia yang mulai lucu ini membuat saya, istri, nenek, kakek dan omnya gemes. Tak heran, neneknya selalu mencubit pipi Fadia dan menggendongnya sambil mencium dan penuh luapan gembira.

Sebagai seorang ayah saya pun senang melihat perubahan Fadia yang atraktif. Sabtu (2/8) sore, ketika udara terasa sepoi-sepoi, saya dan istri duduk di kursi sebelah kiri rumah. Di sini kami berdua bercanda dengan Fadia kecil. Lambaian daun bunga gelombang cinta yang ada di taman pun seperti larut dengan kami yang sedang bergembira.

Istri yang ketika itu mengenakan kerudung dan baju warna pink tampak terlihat cantik meskipun agak terlihat kurus. Subhanallah istriku cantik banget yah, gumamku dalam batin dan baru saya utarakan ketika malam harinya. Tak jauh berbeda dengan Fadia yang hari itu pun tampak nyentrik dan gaul, topi gaul dan baju yang berwarna pink membuat kedua wanita ini serasi dan anggun.

betapa cantiknya anak saya mirip ibunya, untuk yang kali keduanya saya hanya bergumam. Maha suci Engkau ya Allah yang telah memberikan dua wanita yang cantik untuk hadir di tengah-tengah kehidupan saya. Sekira 30 menit kami berdua berbincang-bincang mulai dari sketsa pendidikan Fadia hingga kisah-kisah orang lain tentang Fadia. Tak lama istri beranjak ke kamar untuk mengambil kamer digital yang selama ini menjadi senjata utama saya dalam bekerja sebagai seorang jurnalis.

Ayo bi Fadia di foto sama ummi, kata istri dengan penuh semangat sembari membetulkan topi ping Fadia. Persis di sebelah tamah yang berada di dalam rumah, dua wanita ini pun saya jepret dan hasilnya sungguh luar biasa. Fadia terlihat lucu, matanya menatap blits kamera, istri pun tak mau ketinggalan sambil melemparkan senyum ia memasang pose layaknya model terkenal.

Dalam beberapa menit hasil jepretan pun terlihat dengan hasil yang menyenangkan. Selang beberapa menit kemudian, Om Fadia, Asep yang sejak dari tadi melihat kami bertiga sedang berfoto, langsung menghampiri dan meminta izin untuk melihat fotonya. Coba lihat fotonya Fadia, kata Asep yang memang terlihat senang mendapatkan ponakan selucu Fadia. ***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Akan Kami Antarkan Nak



Nanti kalau Fadia sudah besar belajar karate yah supaya kelenturan fisiknya terlatih. Gumam istri sambil mencium kening Fadia yang saat itu sedang suka diajak ngobrol. Mendengar ucapan istri saya pun langsung menimpali dengan dukungan sepenuhnya.


Bagi saya sendiri belajar karate bukan hanya urusan fisik dan kekerasan. Akan tetapi ada sesuatu yang lain apalagi jika diajarkan sejak kecil. Menurut saja, karate dapat melatih emosi anak dan melenturkan fisik anak.

Sejak awal kami berdua memang bermimpi menjadikan Fadia seorang wanita, yang memiliki sejumlah keterampilan mulai dari karate, piano, menulis dan meneliti serta berdiplomasi. Saya dan istri menyadari bahwa tugas orangtua hanyalah mengarahkan potensi yang ada pada anak.

Jika nantinya Fadia memang memiliki kecenderungan menjadi peneliti maka kami berdua komitmen untuk membantunya. Saya dan istri pun akan membantunya jika Fadia ternyata memiliki kecenderungan menjadi seorang diplomat.

Namun, pada masa golden age ini kami masih memberikan pilihan kepada Fadia. Tak heran, sejumlah keterampilan ingin kami berikan kepadanya. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya istri yang cantik, cerdas dan berperilaku baik. ****

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS